Skip to content
Plaza Informasi

Motto

"Kepuasan Pengunjung adalah Kepuasan Kami"

Maklumat

"Kami akan melayani pengunjung dengan ramah, sopan, sabar dan cepat"

Home
Bulog: Raskin Berkutu dan Kuning, Jangan Didistribusikan Cetak E-mail
Kamis, 18 September 2014 12:30

Kulonprogo - Kalau ada ditemukan dalam ditribusi beras miskin (raskin) yang tidak baik, seperti berwarna kuning dan berkutu, tidak layak untuk dikonsumsi jangan diberikan, tetapi langsung menghubungi petugas maka Bulog akan menganti secepatnya dengan yang layak konsumsi, karena Gudang Bulog dekat.


 

Hal tersebut dikatakan Priyo dari Bulog DIY, dalam Rapat Koordinasi Distribusi Raskin bulan Agustus dan rencana persiapan distribusi raskin alokasi bulan September, di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kulon Progo, Kamis (18/9). Rakor diikuti Bulog DIY, Tim Raskin DIY, Tim Raskin Kabupaten, Kecamatan serta perwakilan desa dan Kader Penanggulangan Kemiskinan (KPK).

"Tolong kalau ada beras yang tidak layak, jangan diberikan, hubungi saja Bulog akan diganti, Saya trenyuh (kasihan) masa sudah warga tidak mampu (miskin) dikasih beras yang tidak layak, secepatnya akan kami ganti, karena gudang Bulog dekat hanya di Kulon Progo tidak jauh,"terang Priyo menjawab peserta pertemuan yang melaporkan adanya raskin berwarna dan berkutu.

Seperti diketahui dalam evaluasi distribusi raskin bulan Agustus lalu yang dilakukan mulai 4-16 September 2014, di 12 Kecamatan tersebut, salah satunya adalah di desa Wijimulyo, Nanggulan ditemukan raskin berwarna kuning dan berkutu, namun tidak dikembalikan ke Bulog tetap di berikan atau diterima oleh RTSPM (Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat). Selain itu masih adanya raskin yang tersimpan di Balai Desa Glagah sebanyak 2 karung, dari 2 kali distribusi yaitu Juli dan Agustus. Terkait adanya raskin yang tersisa ini, pihak Bulog akan segera menarik raskin dengan koordinasi tim raskin kecamatan dan KPK.

Sementara rencana distribusi raskin alokasi bulan September akan diawali Senin (22/9) Kecamatan Pengasih, Selasa (23/9) Kecamatan Kokap, Rabu (24/9) Kecamatan Temon dan Wates, Kamis (25/9) Kecamatan Kalibawang, Jum'at (26/9) Kecamatan Sentolo, Senin (29/9) Kecamatan Girimulyo, Selasa (30/9) Kecamatan Panjatan, Rabu (1/10) Kecamatan Galur dan Lendah, dan terakhir Kamis (2/10) Kecamatan Samigaluh dan Nanggulan.

Sumber : http://www.kulonprogokab.go.id

 
Upacara Hari Perhubungan Nasional 2014 Cetak E-mail
Rabu, 17 September 2014 12:54

foto

 

 

Bantul - Bertempat di Lapangan NDB Adisucipto, Rabu 17 September 2014 diadakan Upacara Hari Perhubungan Nasional. Dengan mengambil tema “Melalui Peningkatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2014 Kita Tingkatkan Pembangunan Sektor Transportasi menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera”, upacara kali ini diikuti oleh seluruh jajaran perhubungan seperti Jasa Raharja, PT Angkasa Pura, Dinas Perhubungan se DIY dll.

 
Festival Kethoprak, Tantangan Untuk Kembangkan Kreativitas Cetak E-mail
Selasa, 16 September 2014 08:37

Sleman - Untuk menjaga kelestarian budaya lokal, khususnya kethoprak, Dinas Budpar Sleman menyelenggarakan Festival Kethoprak yang diikuti oleh 17 kecamatan Se Kabupaten Sleman. Pembukaan telah dilaksanakan oleh Bupati Sleman dan  berlangsung dari tanggal 10 hingga 18 September 2014 di lapangan Parkir Denggung Sleman. Tiap malam dipentaskan 2 grup dan masing-masing menampilkan pentas selama 1 jam. Adapun jadwal pementasa untuk tanggal 10 hari pertama Moyudan dan Prambanan, hari kedua Minggir dan Seyegan, hari ketiga Cangkringan dan Kalasan, hari ke empat Sleman dan Pakem, hari ke lima Ngaglik dan Gamping, hari ke enam Godean dan Turi, hari ke tujuh Ngemplak dan Berbah, hari ke delapan Tempel dan Mlati dan terakhir Depok.

 
ASI EKSKLUSIF DAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Cetak E-mail
Selasa, 16 September 2014 08:26

Apa yang Anda ketahui mengenai 1000 hari pertama kehidupan ? Seribu hari pertama kehidupan atau disingkat dengan “1000 HPK” adalah periode 270 hari (9 bulan) selama kehamilan dan 730 hari pertama (2 tahun) pada kehidupan pertama bayi setelah dilahirkan. Periode ini biasa disebut dengan periode emas (window opportunity). Apakah periode emas itu ? Pada periode emas terjadi proses tumbuh kembang anak yang sangat cepat dan tidak terjadi pada masa lain. Perkembangan sel-sel otak pada periode ini sangat menentukan kulitas kehidupan selanjutnya, sehingga apabila terjadi gangguan pada periode ini akan berdampak permanen dan tidak bisa dikoreksi. Dampak tersebut tidak hanya pada pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan mental dan kecerdasannya. Dampak ini tidak dapat diamati dalam waktu dekat atau jangka pendek akan tetapi pada saat anak menginjak usia dewasa misalnya dari ukuran fisiknya (tinggi badan tidak sesuai usia) serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada produktivitas ekonominya. Dengan demikian apabila ingin mendapatkan generasi yang sehat dan kuat, maka 1000 HPK ini harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 683

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini189
mod_vvisit_counterKemarin610
mod_vvisit_counterMinggu ini189
mod_vvisit_counterMinggu kemarin3924
mod_vvisit_counterBulan ini10805
mod_vvisit_counterBulan kemarin12496
mod_vvisit_counterSemua472091

Login Petugas

Login Petugas



Link Pemda




[+]
Increase font size Decrease font size Default font size