Sleman - Penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan (P2K) merupakan ujung tombak pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Sleman. Dalam upaya pemberdayaan petani serta kelompok tani, seorang penyuluh dituntut untuk dapat meningkatkan produktifitas maupun mutu komoditas secara efisien, berdaya saing, tangguh serta terkelolanya jejaring pasar yang dapat menyerap komoditas, maupun produk yang dihasilkan oleh para petani. Demikian disampaikan Kadinas P2K, Ir Widi Sutikno dalam pembukaan forum komunikasi penyuluh P2K di aula Bappeda Kamis, 28 Mei 2015. Forkom dibuka oleh Bupati Sleman yang diwakili oleh staf ahli bidang pembangunan, Kunto Riyadi sekaligus penyerahan berita acara pembentukan DPC Perhiptani. Forkom diikuti oleh 130 peserta dan juga dihadiri oleh DPW Perhiptani DIY, Komisi Penyuluhan DIY, direktur pendidikan dan pembelajaran UGM, dr. Sri Peni Wastuningsih selaku pakar penyuluhan. Pada kesempatan tersebut Bupati mengatakan bahwa sektor pertanian merupakan penyumbang PDRB terbesar dari sektor primer. Bupati juga memberikan apresiasi kepada Perhiptani yang ikut terlibat dalam meningkatkan kualitas SDM.